IPv6 Addressing & Subnetting [BAB II]

Posted on September 26, 2007. Filed under: IPv6 |

Dikarenakan IPv6 sangat banyak jumlahnya maka penulisan menggunakan format standard notasi Hexadecimal (Basis 16, dari 0-9 kemudian A-F) yang terdiri dari 8 pasang Octet dan dipisahkan oleh titik dua (colon) sesuai RFC2373 & RFC3177.
Satu pasang octet terdiri dari format 16 bit binary, sehingga keseluruhan 8 pasang octet berjumlah 128 bit.

Contoh penulisan IPv6 adalah sebagai berikut :

2404:0176:0251:AB64:6CD1:5A5E:727A:424A (total 128 bit binary)
424A (2 octet) = 100001001001010 (16 bit binary)

Penulisan juga dapat dipersingkat untuk pasangan octet 0 yang berurutan menggunakan teknik kompresi 0.

2404:0176:0251:0000:0000:0000:0000:0005 dapat ditulis menjadi : 2404:176:251::5

Bahkan untuk alamat IPv6 tertentu teknik ini sangat berguna sekali dalam mempersingkat pengalamatan yang panjang, misal :

0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001 atau 0:0:0:0:0:0:0:1 menjadi ::1
0:0:0:0:0:0:0:0 menjadi ::

Layaknya IPv4, IPv6 juga memenuhi kebutuhan CIDR/VLSM yang memungkinkan untuk pembagian dan pengalokasian IPv6 menjadi lebih spesifik untuk di routingkan secara kesatuan.

IPv6 juga memiliki kelas sebagaimana IPv4 diantaranya (Sumber IANA):

– Aggregatable Global Unicast Addresses dengan bit awal 001 (2000::/3)
– Link-Local Unicast dengan bit awal 1111 1110 10 (FE80::/10)
– Site-Local Unicast Addresses dengan bit awal 1111 1110 11 (FEC0::/10)
– Multicast Addresses : dengan bit awal 1111 1111 (FF00::/8)
– ::8 diperuntukkan bagi pengalamatan yang belum di defenisikan

Detail ketentuan alokasi IPv6 dari IANA selaku badan alokasi IP seluruh dunia untuk Registry (badan yang mengelolal alokasi IP untuk wilayah tertentu, misal APNIC untuk wilayah Asia Pasific), ISP, Client (Site) serta LAN, saat ini adalah sebagai berikut :

– Registry (APNIC/RIPE/ARIN) mendapatkan alokasi : /23
– ISP mendapatkan alokasi : /32
– Site IPv6 (customer ISP) mendapatkan alokasi : /48
– LAN (customer) mendapatkan alokasi : /64

Perhitungan jumlah IPv6 Address dapat melalui rumus : 2(128-bit prefix)
Dari data alokasi diatas :
(128-32)
– ISP mendapatkan : 2 IPv6 Address
(128-48)
– Setiap Customer (Site) mendapatkan : 2 IPv6 Address
(128-64)
– Setiap LAN mendapatkan : 2 IPv6 Address

Contoh alokasi IPv6 untuk client PT. IPVSIX JAYA : 2404:170:AAA0::/48
(128-48) (80)
– Jumlah IPv6 yang diperoleh : 2 = 2 IPv6 Address
– Bisa dipecah menjadi :

2 x subnet /49

2404:170:AAA0:0::/49
2404:170:AAA0:8::/49

4 x subnet /50

2404:170:AAA0:0::/50
2404:170:AAA0:4::/50
2404:170:AAA0:8::/50
2404:170:AAA0:C::/50

8 x subnet /51

2404:170:AAA0:0::/51
2404:170:AAA0:2::/51
2404:170:AAA0:4::/51
2404:170:AAA0:6::/51
2404:170:AAA0:8::/51
2404:170:AAA0:A::/51
2404:170:AAA0:C::/51
2404:170:AAA0:E::/51 dan seterusnya…

Pertanyaan & Jawaban :

Q : Kenapa 2404:170:AAA0:: adalah /48 ?
A : 2404:170:AAA0::/48 = 2404:0170:AAA0:0000:0000:0000:0000:0000/48
Sesuai dengan ketentuan sebelumnya IPv6 memiliki total 128 bit prefix.
Dan setiap pasang Octet (2404, misalnya) memiliki 16 bit.
Maka sampai pada AAA0 jumlah bit sudah mencapai 48 (16 x 3 pasang octet).
Q : Berapa /48 diatasya dan sebelumnya ?
A : Sebelumnya adalah : 2404:170:AA9F::/48 (Hex, sesudah 9F adalah A0)
Setelahnya adalah : 2404:170:AAA1::/48
Q : Apakah 2404:170:AAA0::/48 dapat digabung (aggregate) dengan
2404:170:AAA1::/48 menjadi satu prefix /47, /46 ?
A : Dapat, aggregasi ini menghasilkan 2404:170:AAA0::/47 atau
2404:170:AAA0::/46 yang didalamnya juga termasuk :
– 2404:170:AAA2::/48
– 2404:170:AAA3::/48

IPv6 pun mendukung system pengiriman packet data berbagai type diantaranya :

– Unicast (pengiriman paket data menggunakan unicast address hanya ke satu host),
– Multicast (pengiriman paket data menggunakan multicast address dari satu host ke banyak host)
– Broadcast (pengiriman paket data menggunakan broadcast address dari satu host ke beberapa host tertentu saja).
– Anycast (pengiriman paket data menggunakan anycast address ke host terdekat yang memiliki anycast address yang sama).

Perbandingan panjang prefix (prefix-length) IPv4 dan IPv6 beserta jumlah IP.

v4 v6       Jumlah IP
/32 /128 1
/31 /127 2
/30 /126 4
/29 /125 8
/28 /124 16
/27 /123 32
/26 /122 64
/25 /121 128
/24 /120 256
/23 /119 512
/22 /118 1024
/21 /117 2048
/20 /116 4096
/19 /115 8192
/18 /114 16384
/17 /113 32768
/16 /112 65536
/15 /111 131072
/14 /110 262144
/13 /109 524288
/12 /108 1048576
/11 /107 2097152
/10 /106 4194304
/9 /105 8388608
/8 /104 16777216
/7 /103 33554432
/6 /102 67108864
/5 /101 134217728
/4 /100 268435456
/3 /99 536870912
/2 /98 1073741824
/1 /97 2147483648
/0 /96 4294967296
 
Lanjutan version 6.
 
/95 8589934592
/94 17179869184
/93 34359738368
/92 68719476736
/91 1.37439E+11
/90 2.74878E+11
/89 5.49756E+11
/88 1.09951E+12
/87 2.19902E+12
/86 4.39805E+12
/85 8.79609E+12
/84 1.75922E+13
/83 3.51844E+13 dan seterusnya.
 
Wassalam, a. rahman isnaini r. sutan [2404:170:ee02::10] 

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

4 Responses to “IPv6 Addressing & Subnetting [BAB II]”

RSS Feed for tukang-tukang oprek Comments RSS Feed

ip versi 6… memberi banyak sekali manfaat, selain di bidang security yang makin terjaga, juga memberi kemudahan bagi tiap orang di dunia ini yang ingin juga ikut “play in virtual community” kebagian IP address. seumpama tiap 1 meter di bumi di beri komputer, maka dengan protokol yang baru ini, maka tidak akan ada istilah “tidak kebagian IP address”. makin mantep aja yah….!!

Untuk indonesia sendiri, masih males nih ISP2nya.
Gerak ke IPv6 banyak merasa belum perlu.
Apalagi di commercialkan..

Wassalam
a. rahman isnaini r. sutan

terus, bagaimana hal mengenai kebijakan keamanan sistem di IPv6 ini?? siapa yang mengatur??

Keamanan IPv6 ?
Adminnya ajah mas🙂

Wassalam,
a. rahman isnaini r.sutan


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: